Tip & Trik

Bagaimana Karakteristik Guru BK di Era Revolusi Industri 4.0? Ini Jawabannya

Bagaimana Karakteristik Guru BK di Era Revolusi Industri 4.0? Ini Jawabannya
Guru BK di era Revolusi Industri 4.0

SEMARANG - Revolusi industri 4.0, salah satu, ditandai perubahan fundamental dalam kehidupan masyarakat yang lebih efisien. Inovasi teknologi digital memberi dampak terhadap berbagai penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Memang, kondisi ini menimbulkan resiko: terjadinya disrupsi teknologi. Perilaku interaksi dan semua kebutuhan sulit dilepas dari ketergantungan pada kemajuan teknologi informasi. Orang cenderung bergantung pada internet dan berubah menjadi masyarakat digital. Maka, dalam konteks ini, guru Bimbingan dan Konseling (BK) juga perlu segera mentransformasikan diri, baik secara teknis maupun sosio-kultural.

Menurut Kemenristekdikti (2018) karakteristik guru BK yang mampu mentransformasikan diri di era disrupsi sebagai berikut: (a) meningkatkan minat baca dan menambah koleksi buku; (b) mampu menjadi fasilitator, motivator dan inspirator; (c) mengunggah karya-karya tulisnya yang berkontribusi bagi upaya peningkatan kualitas layanan bimbingan dan konseling; (d) menerapkan pola hybrid learning (kombinasi tatap muka dan online) dan multitasking secara kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling; dan (e) menerapkan pendekatan konstruktivistik berbasis ICT.

Menurut pendapat Alaydrus (2017) karakteristik guru BK di era disrupsi sebagai berikut:

a. Life-long learner. 

Pembelajar seumur hidup. Guru BK perlu meng-upgrade terus pengetahuannya dengan banyak membaca serta berdiskusi dengan pengajar lain atau bertanya pada para ahli. Tak pernah ada kata puas dengan pengetahuan yang ada, karena zaman terus berubah dan guru BK wajib up to date agar dapat mendampingi siswa berdasarkan kebutuhan mereka.

b. Kreatif dan inovatif.

Siswa yang kreatif lahir dari guru BK yang kreatif dan inovatif. Guru diharap mampu memanfaatkan variasi sumber belajar untuk menyusun kegiatan baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

c. Mengoptimalkan teknologi.

Dengan cara blended learning, gabungan antara metode tatap muka tradisional dan penggunaan digital dan online media. d. Reflektif. Guru BK yang reflektif adalah guru BK yang mampu menggunakan penilaian proses dan hasil layanan untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling.

e. Kolaboratif.

Guru BK dapat berkolaborasi dengan siswa dalam layanan bimbingan dan konseling. Selalu ada mutual respect dan kehangatan sehingga layanan bimbingan dan konseling berlangsung lebih menyenangkan. Selain itu guru BK juga membangun kolaborasi dengan orang tua melalui komunikasi aktif dalam memantau perkembangan anak.

f. Menerapkan student centered.

Dalam hal ini, siswa memiliki peran aktif dalam pembelajaran sehingga guru hanya bertindak sebagai fasilitator.

g. Menerapkan pendekatan diferensiasi.

Dalam menerapkan pendekatan ini, guru BK mendesain layanan bimbingan dan konseling berdasarkan gaya belajar siswa, pengelompokkan siswa berdasarkan minat, kemampuan dan permasalahannya. Dalam melakukan penilaian guru BK menerapkan assessment alternative. silahkan di download materi proceding seminar. semoga bermanfaat. 

Kategori:Pendidikan
Sumber:Prosiding seminar nasional strategi pelayanan bimbingan dan konseling di era disrupsi, 21 Juli 2018.

Komentar

Loading...