MGBK SMA/SMK Ponorogo

Guru BK Ponorogo dan Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0

Guru BK Ponorogo dan Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0
MGBK Ponorogo 2

PERUBAHAN fundamental (disrupsi) di berbagai sektor kehidupan didorong oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hal ini  menjadi peluang sekaligus ancaman bagi generasi kita. Peluang dan ancaman tersebut sebagai bahan diskusi MGBK SMA Ponorogo.

Informasi apapun sangat mudah diakses oleh peserta didik saat ini. Kecerdasan buatan (artificial intelegency) pada fungsi smartphone yang saat ini menjadi sahabat ‘setia’ mampu mengubah perilaku dan gaya hidup mereka. Bukan tidak mungkin di saat kita melancarkan sosiometri, yang dipilih sebagai teman dekat dan figur panutan dalam kelompok, justru smartphone.

Begitu juga dengan berbagai macam permasalahan yang tentunya akan menghambat pencapaian tugas-tugas perkembangan. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kita guru BK. 

Anggapan guru BK yang dulu erat terkait dengan petugas tata tertib, kini mulai berangsur hilang. Elemen-elemen di sekolah mulai meyakini betapa pentingnya peran BK untuk memfasilitasi setiap siswa, mampu memenuhi tugas perkembangannya. Hal itu merupakan suatu peluang untuk menunjukkan seberapa besar peran guru BK di era Revolusi Industry 4.0.

Dalam dunia bisnis, seorang konsultan manajemen “Peter F Drucker” mempopulerkan frasa “inovate or die”. Istilah tersebut kini menjadi popular dalam menghadapi era disrupsi.

Begitu pun dengan keberadaan kita guru BK. Jika kita tidak mampu berinovasi memberikan pelayanan, maka kita dianggap tidak menarik, membosankan. Akhirnya peserta didik meninggalkan kita.

Keberadaan kita tidak memberikan manfaat lebih buat mereka. Mau tidak mau, seorang guru BK harus kreatif, inovatif, dalam memberikan pelayanan. Harus terus meng-update kemampuan sehingga tetap menjadi idola peserta didik di sekolahan.  

Salah satu upaya untuk mengembangkan kompetensi dan keterampilan adalah melalui kegiatan kolaborasi bersama dengan guru BK lainnya dalam sebuah komunitas.  

Pengembangan kompetensi guru BK melalui komunitas guru BK (MGBK) menjadi sesuatu yang penting di era disrupsi saat ini. Oleh sebab itu MGBK SMA Negeri/Swasta di Wilayah Ponorogo terus berusaha menghadirkan program-program pengembangan kompetensi guru BK yang sesuai dengan perkembangan saat ini.  

Pada rapat koordinasi yang dilaksanakan Selasa 30 Juli 2019,  pengurus mencoba mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi guru BK SMA Negeri/Swasta di wilayah Ponorogo. Dari hasil identifikasi kebutuhan tersebut, dirumuskanlah topik kegiatan sebagai berikut:

1. Arah kebijakan dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur (2 JP)

Guna memperoleh persamaan persepsi tentang peran layanan bimbingan dan konseling dalam mewujudkan visi misi dinas pendidikan Provinsi Jawa Timur.

2. Menjadi Guru BK yang altruistik dan dicintai peserta didik (training motivasi) (4 JP)

Guru BK mempunyai semangat untuk mengembangkan kompetensi dalam komunitas guna memberikan pelayanan kreatif dan inovatif bagi peserta didik.

3. Peran Guru BK dalam Era Revolusi Industri 4.0 (3 JP)

Guru BK agar mampu beradaptasi dengan perkembangan perubahan perilaku peserta didik dengan segala permasalahannya

4. Post Modern Aproach sebagai alternatif bantuan untuk peserta didik di era disrupsi (6 JP)

Guru BK mampu menerapkan teknik-teknik dalam pendekatan pos modern (realitas dan SFBC) dalam memberikan layanan konseling di era disrupsi

5. Pembuatan media layanan BK berbasis google site (48 JP)

Guru BK dapat memanfaatkan “google site” untuk memberikan pelayanan klasikal dan instrumentasi secara digital kepada peserta didik.

6.  Pengembangan Program dan Penyusunan modul BK sesuai dengan Kebutuhan keterampilan abad 21. (32 JP)

Didapatkannya program dan materi layanan BK sesuai kebutuhan peserta didik dengan memperhatikan kemampuan berfikir tingkat tinggi (HOTS)

7. Publikasi Ilmiah Guru BK (6 JP/ menyesuaikan)

Guru BK mendapatkan kesempatan untuk mempublikasikan karya ilmiah guna pengembangan karier.

8. Fasilitasi program pendidikan lanjut melalui pameran pendidikan (12 JP)

Peserta didik memperoleh informasi terkait dengan pilihan pendidikan lanjut secara langsung dari PTN/PTS yang diminati dan hadir dalam pameran. Diharapkan dengan penguasaan terhadap materi pengembangan yang diberikan tersebut, guru BK SMA Negeri/Swasta di Wilayah Ponorogo mampu melayani peserta didik dengan penuh percaya diri, kreatif dan inovatif.

Pada akhirnya guru BK benar-benar menjadi salah satu aktor penyemai kreator peradaban di era disrupsi saat ini.

File Program MGBK SMA Ponorogo dapat diunduh disini

 

Komentar

Loading...