Idealnya Ruang Bimbingan dan Konseling Sekolah di Era Revolusi Indrustri 4.0, Ini Dia Rupanya?

Idealnya Ruang Bimbingan dan Konseling Sekolah di Era Revolusi Indrustri 4.0, Ini Dia Rupanya?
Ruang Biblioterapi Laboratorium PPPPTK Penjas dan Bk Doc. Pribadi

Berbicara standar ruangan Bimbingan dan Konseling (BK) maka Pemerintah sejak tahun 2006 telah memiliki model ruang BK standar pada satuan pendidikan, namun bagaimana pengembangan ruang BK di era Revolusi Indrustri 4.0? Berikut ulasannya.

Bimbingan dan Konseling dalam pendidikan nasional, merupakan bagian  dari sistem pendidikan.  Bimbingan dan konseling di sekolah bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mengembangkan dirinya secara optimal dan memperoleh kemandirian.

Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berjalan efektif dan efisien jika ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu sarana penting yang dapat menunjang terhadap efektivitas dan efisiensi layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah ketersediaan ruang Bimbingan dan Konseling yang representatif, dalam arti dapat menampung segenap aktivitas pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) (2006) memberikan gambaran tentang standar sarana yang terkait dengan ruang Bimbingan dan Konseling di sekolah, sebagai berikut :

  • Ruang konseling berfungsi sebagai tempat peserta didik mendapatkan layanan konseling dari konselor berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
  • Luas minimum ruang konseling 9 m2.
  • Ruang konseling dapat memberikan kenyamanan suasana dan menjamin privasi peserta didik.
  • Ruang konseling dilengkapi berbagai sarana penunjang lainnya. 

Sementara itu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 bahwa standar sarana prasarana bimbingan konseling memiliki:

  • luas minimum ruang konseling adalah 9 m2,
  • Ruang konseling dapat memberikan kenyamanan suasana dan menjamin privasi peserta didik,
  • Ruang konseling dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel berikut:

ABKIN (2007) sebagai asosiasi profesi juga  telah merekomendasikan ruang Bimbingan dan Konseling di sekolah yang dianggap standar, dengan kriteria sebagai berikut:

  • Letak lokasi ruang Bimbingan dan Konseling mudah diakses (strategis) oleh konseli tetapi tidak terlalu terbuka sehingga prinsip-prinsip konfidensial tetap terjaga.
  • Jumlah ruang bimbingan dan konseling disesuaikan dengan kebutuhan jenis layanan dan jumlah ruangan
  • Antar ruangan sebaiknya tidak tembus pandang.Jenis ruangan yang diperlukan meliputi: (a) ruang kerja; (b) ruang administrasi/data; (c) ruang konseling individual; (d) ruang bimbingan dan konseling kelompok; (e) ruang biblio terapi; (f) ruang relaksasi/desensitisasi; dan (g) ruang tamu.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini dikemukakan kondisi yang diharapkan dari masing jenis ruangan tersebut:

  1. Ruang kerja Bimbingan dan Konseling disiapkan agar dapat berfungsi mendukung produkltivitas kinerja guru BK/konselor. Untuk itu, diperlukan fasilitas berupa: komputer yang dilengkapi dengan berbagai software Bimbingan dan Konseling (akan lebih baik bila dilengkapi fasilitas internet) dan meja kerja konselor, lemari dan sebagainya.
  2. Ruang administrasi/data perlu dilengkapi dengan fasilitas berupa lemari penyimpanan dokumen (buku pribadi, catatan-catatan konseling, dan lain-lain) maupun berupa softcopy, Dalam hal ini harus menjami keamanan dan kerahasiaan data yang disimpan.
  3. Ruangan konseling individual merupakan tempat yang nyaman dan aman untuk terjadinya interaksi antara konselor dan konseli. Ruangan ini dilengkapi dengan satu set meja kursi ata sofa, tempat untuk menyimpan majalah, yang dapat berfungsi sebagai biblio terapi.
  4. Ruangan Bimbingan dan Konseling Kelompok merupakan tempat yang aman dan nyaman untuk terjadinya dinamika kelompok dalam interaksi antara konselor dengan konseli dan konseli dengan konseli. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan antara lain: sejumlah kursi, karpet, tape recorder, VCD dan televisi.
  5. Ruangan Biblio Terapi pada prinsipnya mampu menjadi tempat bagi para konseli dalam menerima berbagai informasi, baik informasi yang berkenaan dengan pribadi, sosial, akademik maupun karier di masa mendatang. Ruangan ini dilengkapi dengan perlengkapan daftar buku (katalog), rak buku, ruang baca, buku daftar pengunjung, dan jika memungkinkan disediakan internet.
  6. Ruang relaksasi/desensitisasi/sesnsitisasi yang bersih, sehat, nyaman dan aman, yang dilengkapi dengan karpet, televisi, VCD/DVD, tempat tidur (bed rest) beserta bantalnya.
  7. Ruang tamu hendaknya berisi kursi dan meja tamu, buku tamu, jam dinding, tulisan atau gambar yang dapat memotivasi konseli untuk berkembang.

Ruang kerja bimbingan dan konseling memiliki kontribusi keberhasilan layanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan. Ruang kerja bimbingan dan konseling disiapkan dengan ukuran yang memadai, dilengkapi dengan perabot/ perlatannya, diletakan pada lokasi yang mudah untuk akses layanan dan kondisi lingkungan yang sehat. Di samping ruangan, dapat dibangun taman sekolah yang berfungsi ganda yaitu untuk kepentingan taman satuan pendidikan, dapat juga ada disain untuk layanan bimbingan dan konseling di taman.

 Ruang Outdoor Konseling Laboratorium PPPPTK Penjas dan BK doc. pribadi


Fasilitas ruangan yang diharapkan tersedia adalah ruangan tempat bimbingan yang khusus dan teratur, serta perlengkapan lain yang memungkinkan tercapainya proses pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu.

Ruangan itu hendaknya sedemikian rupa sehingga di satu segi para peserta didik/ konseli yang berkunjung ke ruangan tersebut merasa nyaman, dan segi lain di ruangan tersebut dapat dilaksanakan pelayanan dan kegiatan bimbingan lainnya sesuai dengan asas-asas dan kode etik bimbingan dan konseling.

Khusus ruangan konseling individual harus merupakan ruangan yang memberi rasa aman, nyaman dan menjamin kerahasiaan konseli. Di dalam ruangan hendaknya juga dapat disimpan segenap perangkat instrumen bimbingan dan konseling, himpunan data peserta didik, dan berbagai data serta informasi lainnya.

Ruangan tersebut hendaknya juga mampu memuat berbagai penampilan, seperti penampilan informasi pendidikan dan jabatan. Yang tidak kalah penting yaitu, ruangan itu hendaklah nyaman yang menyebabkan para pelaksana bimbingan dan konseling betah bekerja. Kenyamanan itu merupakan modal utama bagi kesuksesan program layanan bimbingan dan konseling yang disediakan.

Adapun contoh desain minimal ruang bimbingan dan konseling seperti tertera pada gambar berikut:

(Desain Ruang BK doc. Direktorat SMK 2018)

Penataan ruang kerja profesi Bimbingan Konseling di Era Revolusi Industri 4.0 talah mengubah tatanan dan fasilitas yang ada di ruang bimbingan konseling.

Dalam menyesuaikan dengan era ini, ruang bimbingan konseling diharapkan dapat mendukung digitalisasi data dengan penambahan server catatan konseling siswa, data lengkap orang tua siswa dan sever data untuk komunikasi/ konsultasi orang tua siswa berbasis web.

Ruang bimbingan konseling juga menyediakan data-data mengenai sekolah untuk calon lulusan, profile industri mitra dan papan informasi digital yang dapat dilihat oleh siswa secara langsung di ruang bimbingan.***

Kategori:Pendidikan, Konseling
Sumber:Desain Pengembangan Fasilitas Sekolah Di era Revolusi Indrustri 4.0, Direktorat SMK 2018

Komentar

Loading...