Artikel

Peran Guru BK dalam Akreditasi Sekolah

Peran Guru BK dalam Akreditasi Sekolah
Papan Bimbingan BK SMP Labschool Kebayoran

Setiap sekolah yang diakreditasi pasti berupaya menyiapkan diri sebaik mungkin, tidak terkecuali guru BK. Artikel ini akan mencoba untuk memberikan informasi terkait peran pelayanan BK dalam akreditasi sekolah dan bagaimana untuk menyiapkannya.

Akreditasi sekolah adalah kegiatan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi internal dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah.

Instrumen akreditasi sekolah dikembangkan berdasarkan pada 8 standar nasional pendidikan. artikel berikut ini merupakan penelusuran peran BK dalam instrumen akreditasi sekolah, dimana peran BK dapat menambahkan point akreditasi sekolah,  jika memenuhi dan dapat dibuktikan melalui ketersediaan dokumen layanan BK pada setiap standar nasional pendidikan.

Berikut ini adalah peran BK dalam setiap standar pendidikan yang ditanyakan / dibuktikan dalam butir pertanyaan instrumen akreditasi sekolah:


Standar Isi:

  • Kepala sekolah/madrasah bersama guru mengembangkan kurikulum sesuai dengan pedoman pengembangan KTSP dengan melibatkan unsur sebagai berikut: (1) konselor/guru BK, (2) pengawas sekolah/madrasah, (3) narasumber, (4) komite sekolah/madrasah, (5) penyelenggara lembaga pendidikan
    Hasil  kegiatan  pengembangan  perangkat  pembelajaran  yang  memuat kompetensi sikap spiritual meliputi:
    7). Alat evaluasi dan buku nilai (Sikap spiritual siswa diamati dan dicatat wali kelas, guru BK, dan guru mata pelajaran)

 
Standar Proses:

Guru memanfaatkan hasil penilaian otentik untuk merencanakan program: (1) remedial, (2) pengayaan (3) pelayanan konseling, (4) perbaikanproses pembelajaran.

 
Standar Kompetensi Lulusan:

  • Sekolah/madrasah      memfasilitasi      berbagai      kegiatan      untuk menumbuhkan sikap sosial dengan karakter jujur dan bertanggungjawab,  peduli,  gotong-royong  dan  demokratis,  percaya diri, serta nasionalisme:

Dibuktikan dengan:

c)  Catatan konselor/guru BK.

3) Wawancara dengan wali kelas, guru BK, dan siswa

 

  • Untuk memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sehat jasmani dan rohani, setiap siswa terlibat dalam seluruh kegiatan baik intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler melalui kegiatan kesiswaan, berupa: 1) Olah raga. 2) Seni. 3) Kepramukaan. 4) UKS. 5) Keagamaan. 6) Lomba yang terkait dengan kesehatan jasmani dan rohani.

Dibuktikan dengan:

f)  Catatan perkembangan  siswa dari guru PJOK, wali kelas, guru BK, dan kepala sekolah/madrasah.

 
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

  • Guru mempunyai kompetensi sosial yang dibuktikan dengan:
    4) Komunikasi guru dengan orang tua dibuktikan melalui dokumen. pertemuan berkala guru dengan orang tua dan catatan guru BK.
  •  Guru  Bimbingan  Konseling  (BK)  memiliki  kompetensi  profesional  yang meliputi:
    1. Penguasaan  konsep  dan  praksis  asesmen  untuk  memahami  kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli.
    2. Penguasaan kerangka teoretis dan praksis bimbingan dan konseling.
    3. Perencanaan program bimbingan dan konseling.
    4. Pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang komprehensif.
    5. Penilaian proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling.
    6. Komitmen terhadap etika profesional.
    7. Penguasaan konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling.

 Dibuktikan dengan:

1) Kepemilikan ijazah BK dan sertifikat konselor.

2) Dokumen program bimbingan dan konseling.

3) Dokumen pelaksanaan bimbingan dan konseling.

4) Dokumen hasil penelitian bimbingan dan konseling.

5) Pedoman wawancara dan asesmen dengan siswa.

6) Gambar pohon karier dan pohon jabatan.

 

  •  Penyelenggaraan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan dilakukan oleh Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling dengan rasio satu Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling melayani 150 orang konseli atau siswa.

 Dibuktikan dengan:

1) Daftar nama guru BK.2) Daftar jumlah siswa.

 

  • Rasio antara Guru BK dengan jumlah siswa sesuai ketentuan, 1 (satu) Guru BK melayani maksimal 150 siswa.

 

Standar Sarana dan Prasarana

  • Sekolah/madrasah memiliki ruang konseling dengan luas minimum 9 m2, dengan sarana: (1) meja kerja, (2) kursi kerja, (3) kursi tamu, (4) lemari, (5) papan kegiatan, (6) instrumen konseling, (7) buku sumber, (8) media pengembangan kepribadian, (9) jam dinding.

 

  • Ruang  konseling   adalah  ruang  untuk  siswa  memperoleh   layanan konseling yang berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier.

 

  • Ruang konseling memiliki ketentuan:

1). Luas minimum 9 m2.

2). Sarana ruang konseling sebagaimana tercantum pada tabel berikut.

 


Standar Pengelolaan

Sekolah/madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan yang meliputi:
1.Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),
2. layanan konseling,
3. ekstrakurikuler,
4. pembinaan prestasi,
5. penelusuran alumni.

Standar Penilaian

Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan melalui:
4) Jurnal adalah catatan tentang sikap atau perilaku siswa baik yang positif maupun negatif yang dilakukan oleh siswa, dibuat selama satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK dan Wali Kelas.

 
IDENTIFIKASI


Guru BK dalam melaksanakan tugas pokoknya mengacu kepada Permedikbud no 111 tahun 2014, Pedoman Pelaksanaan, Panduan Operasional Pelaksanaan BK. Jika mengacu kepada tiga hal tersebut maka paling tidak ketersediaan administrasi atau dokumen bk akan terpenuhi.


Setelah mengetahui dokumen pelayanan BK yang diperlukan, maka perlu dilakukan penyesuaian dalam instrumen akreditasi guru BK, penyesuaian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi.


identifikasi dilakukan dengan cara melihat ketersediaan dokumen, guru bk memeriksa pada sejumlah dokumen perencanaan, pengelolaan dan evaluasi pelaporan dan tindak lanjut. buatlah daftar cek list apa saja yang belum ada, dari hasil ceklist tersebut tentunya guru BK akan segera menyiapkan diri untuk memenuhi ketersediaan yang belum ada.

INSERT

insert adalah memasukkan. namun insert kali ini maknanya adalah membuat dokumen yang belum ada, dengan memanfaatkan yang sudah ada.


Insert maksudnya jika sudah memiki program namun belum ada perangkat RPLBK maka guru BK tidak harus membuat program kembali hanya melengkapi yang belum ada. jika perencanaan lengkap namun tidak ada evaluasi proses dan hasilnya belum maka guru bk melengkapainya


Nah insert juga bisa seperti ini biasanya jurnal dan catatan perkembangan peserta didik berkolaborasi dengan wali kelas dan guru PJOK guru bk belum ada, maka guru BK perlu membuatnya.

Setelah semua dokumen siap maka  guru BK menyiapkan dokumen agar mudah untuk dikenali saat tim akreditasi sekolah datang ke sekolah. buatlah Kode kode agar semua dokumen mudah dikenali.

 
Make It Simple


Belajar dari pengalaman sibuknya saat menyiapkan dokumen BK saat akreditasi sekolah,  sebenarnya dapat dihindari dengan menyicil pekerjaan dalam menyiapkan dokumen tersebut jika guru bk tertib administrasi.


Untuk kedepan buatlah administrasi sederhana sesuai format yang ada di POP, jika situasi memungkinkan gunakan aplikasi untuk menyusun program seperti program aplikasi AKPD. dalam membuat laporan dan RPLBK juga bisa menggunakan mail merger guru bk hanya menyusun datanya melalui excel.

 
Dua aplikasi tersebut dilakukan secara off line. nah jika kondisinya memungkinkan dengan terkoneksi dengan internet gunakan google form untuk mengumpulkan data, sehingga kapan dimanapun anda dapat langsung membuat laporan bahkan catatan yang dibuat oleh guru bk sendiri seperti apa datanya yang mau didapatkan.   catatlah apa yanga akan anda kerjakan dan catatlah apa yang telah anda kerjakan.

 
Namun untuk google form ini memiliki kelemahan karena sangat bergantung dengan ketersediaan internet.  sederhanakanlah dalam pengadminstrasian pelayanan BK  dan jangan menunda nya.

 
Semoga bermanfaat dalam menyiapkan diri menghadapi akreditasi sekolah. #Bangga Jadi Guru BK

Kategori:Pendidikan
Sumber:doc. ana susanti, Instrumen Akreditasi sekolah tahun 2018/2019, POP BK

Komentar

Loading...