PTBK

Perlukah Guru BK Meneliti?

Perlukah Guru BK Meneliti?
Penelitian Tindakan dalam BK

Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri yang secara kolektif melibatkan partisipasi guru, siswa, dan kepala sekolah dengan tujuan mengembangkan praktek pendidikan (Kemmis & Mc Taggart, 1988). Penelitian tindakan dilakukan untuk memahami, mengevaluasi, dan melakukan perubahan untuk memperbaiki praktik-praktik bimbingan dan konseling.

Pada dasarnya penelitian tindakan merupakan prosedur on-the-spot, yang dirancang untuk menyelesaikan masalah nyata yang ada sesegera mungkin.

Mengapa guru BK/konselor meneliti?

Ada beberapa alasan yang menjelaskan pentingnya konselor melakukan penelitian terhadap layanan yang diberikan. Alasan tersebut antara lain untuk memperoleh perspektif yang lebih luas (evidence-based practice), akuntabilitas, mengembangkan ide dan pendekatan baru dalam bimbingan dan konseling, menerapkan bimbingan dan konseling dalam bidang lain, serta pengembangan profesi dan pribadi.

Karakteristik Penelitian Tindakan dalam BK

Untuk lebih mengenali penelitian tindakan dalam BK, berikut ini dijelaskan karakteristik penelitian tindakan:

(1)    PTK berkenaan dengan kegiatan (praktik) bimbingan dan konseling yang dilakukan konselor,

(2)    Emergent (darurat);

(3)    Participatory;

(4)    Mengkonstruksikan teori dari praktik;

(5)    Berguna dalam pemecahan masalah yang sebenarnya;

(6)    Berkenaan dengan satu atau sekelompok orang yang memiliki tujuan yang sama dalam memperbaiki kinerja;

(7)    Berkaitan dengan perbaikan;

(8)    Menggunakan analisis, refleksi, dan evaluasi;

(9)    Memfasilitasi perubahan melalui penemuan;

(10) Bersifat situasional kontekstual yang terkait dengan mendiagnosis dan memecahkan masalah dalam konteks tertentu;

(11) Menggunakan pendekatan yang kolaboratif;

(12) Bersifat partisipatori (manakala penelitian tindakan dilakukan secara tim) yakni masing-masing anggota tim ikut mengambil bagian dalam             pelaksanaan penelitiannya;

(13) Bersifat self-evaluative, yakni peneliti melakukan evaluasi sendiri secara kontinyu untuk meningkatkan praktek kerja;

(14) Prosedur penelitian tindakan bersifat on-the-spot yang didesain untuk menangani masalah kongkrit yang ada di tempat itu juga;

(15) Temuannya diterapkan segera dan memiliki perspektif jangka panjang; dan

(16)   Memiliki sifat luwes dan adaptif.

Jika tidak pernah mencoba penelitian tindakan dalam BK maka kita tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya memulai sebuah penelitian. Paling tidak pernah mencoaba meskipun gagal, namun penelitian yang baik itu adalah penelitian yang selesai. Artinya, kesimpulan dan saran dapat dituliskan pada bab terakhir penelitian tindakan dalam BK dan bisa bermanfaat untuk orang lain. 

Berikut ini merupakan Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan & Konseling yang dapat menjadi rujukan:

·      http://i-rpp.com/index.php/jptbk 

·      http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewjournal&journal=1571 

·      http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JBK 

·      http://journal2.um.ac.id/index.php/jkbk/index 

·      http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/insight 

·      http://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/cobaBK/index 

·      http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/konseli 

·      http://journal.student.uny.ac.id/jurnal/baca/90 

·      https://scholar.google.co.id/citations?user=Gj5tDSYAAAAJ&hl=en 

·      http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JPBK 

·      https://onlinelibrary.wiley.com/journal/15566676 

·      https://www.counseling.org/publications/counseling-journals

Kami lampirkan juga materi ppt pelatihan penelitian tindakan dalam BK yang pernah dilakukan oleh PPPPTK Penjas dan BK. Materi tersebut dapat di download pada web ini. Semoga bermanfaat

Komentar

Loading...