IMPOSSIBLE MENJADI KENYATAAN

Serunya Layanan Bimbingan Karir Pada Siswa Berkebutuhan Khusus

Serunya Layanan Bimbingan Karir Pada Siswa Berkebutuhan Khusus

Oleh: Rukmini Ambarwati *)

 

Apakah bimbingan karir dapat diterapkan pada siswa berkebutuhan khusus? Apakah mereka memerlukanya? Why Not?  Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo telah menerapkan layanan bimbingan karir pada siswa berkebutuhan khusus dan hasilnya? Amazing!

 

Ada tujuh siswa berkebutuhan khusus yang telah meraih impiannya untuk mendapatkan predikat mahasiswa, dan satu diantaranya sudah menyandang sarjana tahun kemarin, tepatnya di bulan september 2018

SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo merupakan sekolah penyelenggara pendidikan inklusif berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo No.421.2/132/404.3.1/2011. 

Sekolah inklusif merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang mana menyatukan anak-anak berkebutuhan khusus  dengan anak-anak normal belajar bersama dalam satu kelas.         

Saya guru bimbingan dan konseling  juga mendapatkan tugas  sebagai koordinator pendidikan inklusif. Tugas yang  tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, namun juga tidak bisa ditolak. Harus dijalankan karena itu amanah yang luar biasa.

Siswa  berkebutuhan khusus di SMAN 1 Gedangan mempunyai kekurangan atau hambatan dalam hal tertentu, rungu wicara, low vision, celebral palcy, hambatan penglihatan (baca tuna netra), slow learner, ADHD ( Attention Deficit Hyperactive Disorder Psychoeducation), tuna daksa dan autis.

Pada awalnya memang terasa sangat berat dan banyak kendala dalam penanganan peserta didik berkebutuhan khusus. Mulai komplain dari guru, wali murid dan juga peserta didik reguler namun semua itu tidak menyurutkan tekad untuk mengemban tugas mulia ini.

Permasalahan yang serius muncul ketika mereka sudah kelas XII, yakni pendidikan lanjutan. Seperti halnya peserta didik reguler umumnya mereka juga mempunyai harapan dan cita-cita untuk bisa mengenyam bangku perguruan tinggi. Keinginan itu sama seperti orang tuanya, yakni menginginkan anak-anaknya bisa melanjutkan jenjang yang lebih tinggi. Alasannya ,dengan mereka bisa kuliah maka akan meningkatkan citra dirinya maupun anak. Tetapi orang tua menyadari apakah anak-anak berkebutuhan khusus bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, sepertinya  impossible.

Gunawan (2001 : 31) bahwa pilihan untuk memasuki perguruan tinggi atau dengan kata lain melanjutkan studi atau pendidikan  ke perguruan  tinggi  adalah  salah  satu  persoalan  yang sangat penting dihadapi oleh orang tua dan siswa Sekolah Menengah Atas.

Guru Bimbingan dan Konseling  merupakan garda depan dalam layanan karir,  yakni membantu mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas  untuk memilih dan  menetapkan perguruan tinggi beserta program studi  yang sesuai dengan bakat, minat serta  kemampuan yang dimiliki oleh siswa.

Meskipun mereka berkebutuhan khusus, namun semangat untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi perlu diacungi jempol, demikian juga orang tuanya berjuang tanpa ada kata lelah untuk anak-anak “hebatnya”.

Layanan bimbingan karir yang saya terapkan pada siswa berkebutuhan  khusus adalah melalui layanan bimbingan kelompok dan pendampingan   masuk perguruan tinggi sampai dengan monitoring.

Tahap-tahap bimbingan kelompok pada siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus pada dasarnya sama, dimulai  dari tahap pembentukan kelompok, tahap peralihan, tahap kegiatan dan tahap pengakhiran. Namun dalam pelaksanaannya agak sedikit berbeda karena anggota kelompok adalah siswa berkebutuhan khusus.

Ya! dalam pelaksananaan bimbingan kelompok bagi siswa berkebutuhan khusus berbeda kata kuncinya yakni membimbing dan melayani dengan sepenuh hati. Itu bukan hanya slogan semata, namun harus betul-betul dilakukan, karena untuk bimbingan kelompok bagi siswa berkebutuhan khusus  diperlukan adanya kesabaran tingkat tinggi, pengertian ekstra, dan  guru bimbingan dan konseling sebagai pimpinan kelompok dituntut lebih dominan.

Pelaksanaan Bimbingan Kelompok

Saya memanggil enam siswa berkebutuhan khusus kelas XII untuk dilaksanakan bimbingan kelompok sehubungan dengan karir masa depannya.

Kemudian membentuk kelompok, dengan duduk melingkar pada kursi yang sudah disediakan, dan tema yang sudah ditentukan yakni “Pilihan studi lanjut”. Tahap pembentukan ini memakan waktu lebih lama jika dibandingkan dengan pelaksanaan bimbingan kelompok biasa. Hal itu dapat dimaklumi karena anggota kelompoknya beragam hambatan, ada yang autis, ADHD, slow learner dan low vision yang mana rata-rata mereka mempunyai intelegensi dibawah rata-rata normal.

Sebagai pimpinan kelompok  saya perlu menjelaskan apa itu bimbingan kelompok, tujuan bimbingan kelompok dan  azas-azas yang dipakai.  Sudah saya bayangkan insiden kecil bakal terjadi. Seperti halnya ada yang ngomong sendiri, ada juga yang mengganggu temannya. Dalam pelaksanaan bimbingan kelompok bagi siswa berkebutuhan khusus, nyali kesabaran dan melayani dengan sepenuh hati teruji.

Ada yang seru saat perkenalan diri, satu belum selesai memperkenalkan diri yang lain sudah menyahuti dengan memperkenalkan diri pula. Diakhir tahap ini saya ajak bermain dan bernyanyi, mereka terlihat sangat antusias dan senang sekali. Meskipun agak susah untuk ditenangkan namun mereka cukup menyimak apa yang saya katakan.

 

Tujuan Bimbingan Kelompok Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus :
  1. Melatih siswa mau dan berani untuk mengemukakan pendapatnya
  2. Melatih siswa untuk percaya diri
  3. Melatih siswa bisa terbuka pada kelompoknya
  4. Melatih siswa untuk bisa membina keakraban
  5. Melatih siswa bisa mengendalikan diri sehingga dapat bersikap tenggang rasa dan saling memahami.
     

Setelah tahap kedua peralihan , tahap berikutnya adalah tahap kegiatan. Tahap ini merupakan inti dari bimbingan kelompok, diharapkan dapat terungkapnya masalah yang dirasakan oleh anggota kelompok dan terbahasnya  masalah oleh anggota kelompok.

Diluar dugaan, ditahap awal pembetukan kelompok sempat terjadi insiden ngomong sendiri, namun pada tahap ini siswa berkebutuhan khusus sangat enjoy. Ini terlihat ketika ada temannya mengutarakan keinginan untuk bisa kuliah,  anggota kelompok yang lain diam dan menyimak permasalahan temannya.

Dari keenam siswa berkebutuhan khusus mengutarakan permasalahannya dengan gaya dan ciri khasnya masing-masing. Saya tidak pernah membayangkan masalah studi lanjut merupakan masalah besar baginya. Mereka merasa iri dengan teman regulernya, kenapa saya tidak bisa menjadi pramugari, padahal saya tinggi dan bisa bahasa inggris. Mengapa saya tidak bisa kuliah di ITS? Mengapa saya tidak bisa menjadi polisi? Mengapa saya tidak bisa kuliah seperti keinginan saya sendiri?

Beberapa anggota kelompok menanggapi, memberikan masukan tentang permasalahan yang dihadapi temannya.

Berbagai persoalan yang sehubungan dengan studi lanjut bagi siswa berkebutuhan khusus merupakan permasalahan yang harus segera terselesaikan dengan baik.

 

Hambatan dalam Pelaksanaan Bimbingan Kelompok bagi siswa berkebutuhan khusus :
  1. Siswa berkebutuhan ada yang malu bicara karena hambatannya
  2. Siswa berkebutuhan khusus ada yang pasif (autis)
  3. Siswa berkebutuhan khusus ada yang bicara tidak mau bergantian
  4. Ada yang memberikan tanggapan, saran tidak nyambung dengan bahasan. Hal ini dikarenakan hambatan yang ada pada dirinya.
    Dibutuhkan kesabaran untuk melaksanakan kegiatan ini, kejadian tak terduga ada anggota kelompok meninggalkan ruangan tanpa ijin (pernah terjadi pada saat pertama kali saya mengadakan bimbingan kelompok untuk siswa berkebutuhan khusus. Siswa ADHD yang memang tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa diam dalam kurun waktu tertentu. Merasa cepat bosan). Namun setelah lima  kali saya ikutkan bimbingan kelompok ia sudah bisa bertahan duduk lebih lama.

Dalam tahap pengakhiran, anggota kelompok memberikan kesan dan harapan setelah pelaksanaan bimbingan kelompok dan membahas kegiatan lanjutan.

Tidak perlu dirisaukan dan dipikirkan apakah pelaksanaan selancar  bimbingan kelompok pada siswa reguler atau tidak. Karena setiap perubahan sedikitpun bagi siswa berkebutuhan khusus itu sudah menunjukkan kalau mereka ada perkembangan.

Banyak hal yang seru dan heboh dalam pelaksanaan bimbingan kelompok pada siswa berkebutuhan khusus ini. Bagaimana tidak heboh banyak kejutan yang tidak bisa diduga, seperti halnya yang autis lebih asyik dengan dunianya, jika disentuh baru mau bicara meskipun terkadang apa yang dikatakan ngelantur alias keluar dari tema yang ada.

Seru ya! Bisa saya katakan lebih seru karena jika sudah bicara siswa tidak mau bergantian dengan temannya. Disinilah dominannya guru BK sebagi pemimpin kelompok. Meskipun aturan dalam bimbingan kelompok guru BK tidak boleh dominan, terpaksa harus saya indahkan mengingat bimbingan kelompok ini dilaksanaan untuk siswa berkebutuhan khusus yang mempunyai intelegensi dibawah rata-rata normal, maka guru BK dituntut untuk dominan demi kelancaran pelaksanaan bimbingan kelompok.

Layanan Pendampingan Masuk Perguruan Tinggi.

Hanya satu siswa berkebutuhan khusus yang bisa didaftakan SNMPTN, meskipun ia mempunyai hambatan rungu wicara namun intelegensinya 120, peraih prestasi rangking satu dikelasnya (berhasil mengungguli siswa reguler), segudang prestasi non akademis diraihnya. Mulai tenis meja, atltetik tingkat provinsi sampai dengan pemenang kedua ajang perlombaan penulisan esay tingkat nasional.

Sementara satu siswa yang lainnya melalui jalur SBMPTN (istilah  sekarang UTBK LTMPT), sedangkan sisanya empat orang didaftarkan di perguruan tinggi swasta.

Pendampingan berikutnya adalah pada saat daftar ulang, hal ini dilakukan utuk meminimalisir kesulitan  pada saat daftar ulang.  pernah terjadi di salah satu peserta didik berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan rungu wicara diterima jurusan Desain Komunikasi Visual melalui jalur SNMPTN di perguruan tinggi negeri namun ditolak dengan halus bahwa jurusan tersebut tidak menerima mahasiswa dengan hambatan rungu wicara, alasan memang masuk akal. Bagaimana cara ia mempresentasikan hasil desainnya? Karena setiap karya harus dipresentasikan.

Namun kenapa hal ini bisa terjadi? padahal tidak ada persyaratan  “tidak boleh tuna rungu wicara”. Siapa yang salah? Sistem yang eror atau insitusi  yang belum siap untuk menerima. 

Layanan Monitoring

Monitoring terhadap alumni yang berhasil melanjutkan studi diperguruan tinggi dilakukan cara :

  1. Melalui group whatsApp berlian, monitoring sekaligus komunikasi langsung untuk memberi motivasi dan solusi jika ada permasalahan yang dihadapi di bangku kuliah.
  2. Komunikasi melalui telepon  pada dosen walinya
  3. Kunjungan langsung ke perguruan tinggi dengan menemui dosen wali maupun ketua jurusan maupun dekannya. Tujuan adalah untuk memberikan keyakinan dan kepercayaan perguruan tinggi bahwa penanganan bimbingan karir SMA Negeri 1 Gedangan, Sidoarjo pada alumni berkebutuhan khusus masih terus berlanjut dan tetap komitmen memperhatikan dan memotivasi mereka  agar tetap percaya diri dilingkungan barunya sehingga mencapai perkembangan yang optimal.

 

Jika pelaksanaan bimbingan karir pada siswa reguler selesai saat mereka lulus SMA, namun berbeda sekali dengan bimbingan karir pada siswa berkebutuhan khusus, meskipun mereka sudah lulus dan sudah mendapatkan perguruan tinggi, namun uluran tangan kita masih diperlukan baik oleh siswa berkebutuhan khusus itu sendiri  maupun perguruan tinggi dimana mereka melanjutkan studinya.

Ibarat pelangi, sekolah terasa istimewa dikala didalamnya tidak hanya dipenuhi oleh satu warna, yakni siswa reguler tetapi juga bermacam-macam warna, seperti siswa berkebutuhan khusus yang diberi anugrah yang luar biasa oleh Allah dengan keterbatasan dan kelebihannya.

Kita wajib bersyukur karena pernah terlibat didalamnya dengan mewujudkan siswa berkebutuhan khusus menggapai angan.  Dan ikut  bahagia  karena bisa membuat orang tua bangga terhadap anaknya yang bisa melanjutkan studinya diperguruan tinggi,  semula impossible sekarang menjadi kenyataan

* Guru BK SMAN 1 Gedangan Sidoarjo, juga dosen dan Sekretaris Yayasan STKIP PGRI Trenggalek, motivator dan narasumber.

Penggagas “BK Online” , dipublikasikan 2012 Dinas Pendidikan Prov. Jatim, ditayangkan di TVRI Surabaya, 2016  menyusun Modul Guru   Pembelajar BK Tk. SMP, SMA/SMK P4TK  Penjas dan BK Dirjend GTK.

2017 menjadi  IN, IK SMA dan pengurus Gerakan Budaya Literasi Kabupaten. 

Penulis buku: Aku Memang Beda, Inklusif Duniaku dan buku Antologi Mutiaraku, Karya  Tanpa Jeda, Tinta Emas Sang Guru Karya lainnya pernah dimuat Harian Surya, Tabloit Pena, Surya.co.id surabaya.tribunnews.com. 

Pemenang Inobel dan GuPres Pendd. Inklusif Tk. Prov. Jatim,  serta Inobel PGRI dan  GuPres   Pendd. Inklusif Tk. Kabupaten.

Komentar

Loading...