Bagaimana Cara Menghadapi Anak Korban Bullying?

Bagaimana Cara Menghadapi Anak Korban Bullying?
Ilustrasi anak korban bullying (sumber foto: merahputih.com)

Bullying atau perundungan pada anak sangat sering dijumpai dan tidak bisa dihindari. Apa yang harus dilakukan bila anak kita yang menjadi korban bullying? Bagaimana cara mengadapi anak korban bullying? Tentu tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya menjadi korban bullying. Ada beberapa hal yang perlu orang tua pahami mengenai bullying pada anak ketika menjadi korban dan cara menghadapi kondisi tersebut.

Apa yang perlu orang tua lakukan ketika menghadapi anak korban bullying?  

Sebagai orang tua, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika menghadapi anak korban bullying, yaitu:

·        Berani membela diri atau berkata tidak saat dirundung

·        Tidak membalas, tapi bertahan atau menghindar (misalnya ketika dipukul lebih baik menghindar atau menangkis)

·        Memahami bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan

·        Fokus pada hal positif yang ada di dalam diri

·        Berdiskusi atau mengobrol dengan orang dewasa, seperti orang tua, kakak, atau guru yang bisa membantu.

Ketika Anda melatih anak untuk membela diri saat mengalami bullying, sampaikan pada si kecil bahwa situasi tersebut harus diberitahukan ke orang dewasa. Baik itu orang tua, guru, atau pihak yang bisa membantu lingkungan lebih aman dan kondusif. Sehingga, bullying tidak hanya tanggung jawab anak, tapi juga semua orang yang ada di lingkungan tersebut.

Baca juga: Ada Bullying di Sekolah, Laporkan ke Layanan Sekolah Aman Kemendikbud

Bagaimana agar orang tua tidak terkesan ikut campur dengan urusan anak?   


Tidak sedikit orang tua yang menghadapi dengan amarah ketika mengetahui anak menjadi korban bullying. Bila ini terjadi pada anak Anda, sebaiknya hindari memarahi anak langsung. Sebagai orang tua, Anda perlu memahami bahwa saat dia dirundung atau dibully, anak belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi, sebaiknya tetap beri kesempatan anak untuk menghadapi bullying yang dialaminya karena da efek buruk bila orang tua terlalu ikut campur kehidupan anak.

Sangat tidak disarankan untuk langsung memarahi anak yang melakukan bullying, tapi ajak orang tua lain bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Anda bisa mengatakan pada orang tua “Saya melihat anak saya dipukul, boleh ngobrol ada apa yang terjadi?” ini lebih baik daripada langsung memarahi pelaku bullying dengan kalimat “anak Anda memukul anak saya!” 

Ini hal yang penting karena orang tua perlu menghadapi dan membangun lingkungan yang kondusif dan aman, meski anak Anda menjadi korban bullying.

Baca juga: 10 Hal yang Remaja Ingin Tahu dari Cyberbullying

Bagaimana cara menyemangati korban bullying agar tidak menjadi trauma?     


Ada berbagai cara untuk memotivasi dan menghadapi anak korban bullying dan caranya juga berbeda-beda. Namun hal yang penting adalah fokus dalam mengajarkan anak untuk mencintai diri sendiri dan lihat hal positif yang dimiliki anak. Saya menyukai sebuah kutipan yang mungkin bisa membantu, “Some people like you, some people don’t. In the end you just have to be yourself.” – Andres Iniesta.

Apakah ada jenis bullying yang perlu diketahui oleh orang tua?     


Mengetahui jenis-jenisnya sangat penting agar orang tua bisa mengerti dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi anak menjadi korban bullying. Ada beberapa referensi untuk jenis bullying, ada jenis bullying secara fisik, seperti memukul, menendang, mencubit, sampai menghancurkan barang milik anak lain. 

Ada juga jenis bullying verbal, ini adalah bullying yang dilakukan dengan mengeluarkan kata-kata hinaan. Seperti memiliki julukan nama, ejekan, fitnah, hinaan, sampai pelecehan seksual. Jenis bullying berikutnya adalah bullying relasional yang sering diabaikan karena tidak dianggap sebagai perundungan. Jenis bullying ini bentuk perilakunya adalah pengucilan, pengabaian, sampai penghindaran. Seperti lirikan mata, tawa yang mengejek, sampai helaan napas. 

Untuk jenis bullying yang terakhir sangat sering terjadi di era digital seperti sekarang, yaitu cyber bullying. Ini adalah perundungan dalam bentuk pesan negatif lewat media sosial. Seperti mengumpat, mengejek, mengirim pesan yang menyakitkan, atau mengirim gambar untuk mempermalukan seseorang sampai tersinggung.

Apakah ada kegiatan khusus yang bisa dilakukan dalam menghadapi anak korban bullying untuk membantu trauma?      


Ada beberapa cara menghadapi anak korban bullying dengan memberikan kegiatan khusus. Anda bisa memberikan dukungan pada anak dengan menjadi pendengar yang baik. Cara memberi dukungan pada si kecil dengan mengajak anak bercerita sambil bermain. 

Ketika anak sedang bercerita tentang kegiatannya sehari-hari, tanyakan bagaimana perasaannya. Apa yang membuatnya nyaman dan tidak di kesehariannya. Ini membantu anak agar lebih terbuka dan tidak sungkan ketika ingin bercerita.

Kapan waktu yang tepat untuk konsultasi dengan psikolog?      


Berkonsultasi dengan psikolog sudah sangat perlu dilakukan, ketika bullying mengganggu kegiatan anak sehari-sehari. Misalnya, nilai-nilai di sekolah turun, sering menangis, murung selama 1-2 minggu, sampai tidak mau sekolah.[]

Baca naskah dari sumbernya di sini

Komentar

Loading...