Profesi Guru BK Tercemar

Berlagak Lakukan Konseling, Pria Ini Cabuli Belasan Siswi

Berlagak Lakukan Konseling, Pria Ini Cabuli Belasan Siswi
Tersangka oknum guru BK yang cabuli siswi (foto: detikcom)

MALANG – Seorang oknum anggota masyarakat menggunakan ijzah palsu berhasil jadi guru BK sebuah sekolah di Malang. Celakanya, profesi itu dia manfaatkan untuk melakukan pelecehan seksual terhadap siswa. Modusnya kini terbongkar!

Polisi memberi inisial nama guru gadungan ini dengan CH (38 tahun). Dia tergolong lihai. Tidak memiliki ijazah sarjana, tapi berhasil menipu sejumlah pihak dalam proses seleksi penerimaan guru honorer.

Cerita mengenai kebohongan CH diungkapkan Kapolres Malang AKBP Yade Setiawa Ujung saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Sabtu (7/12/2019). Ia menjelaskan, modus pelaku melakukan kejahatan mulai dari melamar pekerjaan menjadi guru hingga melakukan pelecehan seksual.

Diceritakan, pada awalnya tersangka mendapatkan informasi bahwa sekolah tempat para korban pencabulan itu menerima tenaga guru honorer. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh CH. Meski tidak memiliki ijazah, dia putar otak mencari cara agar bisa melamar.

Polisi menjelaskan, CH kemudian mencari ijazah temannya. Setelah mengganti foto dan merombak fotokopi ijazah temannya, CH pun berhasil diterima sebagai guru honorer. Itu terjadi pada Desember 2015.

Kapolres menerangkan, awalnya tersangka dipekerjakan sebagai staf administrasi. Kemudian, pada bulan Juli 2016 diangkat menjadi guru honorer BK sekira tahun 2018 berdasarkan SK Kepala Sekolah.

Setelah beralih jadi guru BK, tersangka mulai melakukan aksi cabulnya. "Kasus pelecehan seksual terhadap siswinya terjadi pada bulan Agustus tahun 2017, menimpa salah seorang siswi kelas VII. “Kasus ini berlanjut sampai Oktober 2019,” kata Yade.

Menurut penjelasan polisi, hingga saat ini sudah terungkap jumlah korban mencapai 18 orang. "Pencabulan terjadi mulai Agustus 2017 sampai Oktober 2019. Setidaknya ada 18 pelajar yang menjadi korbannya," ungkap Yade.

Pengungkapan kasus pelecehan seksual ini ternyata ikut membongkar kejahatan CH yang lain, yakni pemalsuan ijazah. "Selain mencabuli 18 pelajar, tersangka juga memalsukan ijazah saat melamar sebagai guru pada 2015 lalu," kata Kapolres.[]

Baca dari sumber asli di sini

Komentar

Loading...