Inspiratif

Jika Santi Nurmalahayati Guru BK SMAN 15 Surabaya Berkunjung ke Milpera State High School, Brisbane Australia. Ini Dia Ceritanya!

Jika Santi Nurmalahayati Guru BK SMAN 15 Surabaya Berkunjung ke Milpera State High School, Brisbane Australia. Ini Dia Ceritanya!
Kunjungan Guru BK ke Milpera State High School, Brisbane, doc. Nurjanni

Tulisan inspiratif dari Santi Nurmalahayai Guru BK SMAN 15 Surabaya. Santi merupakan salah satu peserta pendidikan pelatihan guru keluar negeri oleh PPPPTK Penjas BK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Yuk kita mengintip Layanan Bimbingan Konseling di Milpera State High School, Brisbane oleh Santi Nurmalahayati. Sekolah yang dikunjungi oleh kelompok guru BK dalam pelatihan 1000 guru ke Luar Negeri adalah Milpera State High School (6/3/2019), sebuah sekolah negeri di wilayah Queensland


Milpera State High School, Brisbane


Peserta didik sekolah ini berasal dari 35 etnis. Etnis yang dominan berasal dari Afrika, yakni anak-anak pengungsi dari Kongo, Eritrea, dan Burundi. Etnis terbanyak kedua berasal dari Asia, yakni China, Vietnam, Thailand, dan masih banyak lagi. Milperra merupakan sekolah khusus. Disebut juga sebagai sekolah transisi, yang fokus pada persiapan bahasa Inggris dan tata krama sebelum siswa mampu ditempatkan di sekolah formal. Masa pendidikan bergantung pada kemampuan dasar siswa sebelumnya, maksimal 10 bulan. (Milpera State High School, Brisbane, doc. Nurjanni)

Seluruh guru di sekolah ini tersertifikasi, dan telah menjadi bagian dari sekolah sejak lama. Kualitas dan ketulusan guru menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkan sekolah ini menjadi yang terbaik pada bidangnya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah ikatan yang kuat dan saling mendukung antara siswa, guru, orangtua, dan komunitas untuk menciptakan budaya yang positif di sekolah.


Tim layanan pendukung di sekolah ini terdiri dari perawat kesehatan, Guidance Officer, Home School Liaison, Youth Support Coordinator, dan Speech Therapist.


Cerita Guru BK di  Milpera State High School, Brisbane


Mr. Paul, Guidance officer di Milpera, berbagi cerita tentang perannya di sekolah. Di Australia, seorang pembimbing siswa harus memiliki sertifikat guru, dan bergelar master di program studi bimbingan konseling. Idealnya, setiap pembimbing bertanggungjawab atas 500 orang siswa.


Di negara bagian Queensland, standar jam kerja bagi pembimbing adalah 2 hari per minggu. Milpera menyediakan anggaran lebih agar Mr. Paul bekerja selama 5 hari penuh dalam seminggu. Maklum saja, dengan keragaman dan keunikan siswanya, Milpera menganggap pentingnya menghadirkan Guidance officer lebih lama dibandingkan sekolah kebanyakan.


Dengan jam kerja yang sedikit, pembimbing dituntut untuk bekerja dalam tim dari multidisiplin. Tugas utamanya adalah memberikan konseling dan layanan rujukan untuk siswa dalam mengambil keputusan terkait pendidikan, sosial, emosional, dan pengembangan karier. Di samping itu, pembimbing juga berperan mengadvokasi siswa. Misalnya, membantu siswa yang kesulitan menyampaikan gagasannya kepada guru, membantu siswa mengatasi kesulitan akademik kepada pemangku sekolah.


Selain itu, pembimbing juga menyediakan dukungan kepemimpinan dan respon khusus terhadap masalah yang gawat, biasanya terkait isu perlindungan. Contoh yang sudah dilaksanakan adalah membuat pertemuan dengan seluruh staf sekolah untuk membicarakan prosedur penanganan siswa terkait masalah yang serius.


Hal penting lain yang menjadi tugas Mr.Paul adalah terkait administrasi, yakni mengurusi penerimaan dan kelulusan siswa. Melihat kebutuhan setiap siswa yang masuk, dan membantu siswa untuk memasuki sekolah umum yang sesuai dengan kemampuannya.


Satu lagi peran yang tak kalah pentingnya adalah menyeimbangkan antara isu etika dan kerahasiaan setiap siswa dengan kebutuhan untuk membagikan informasi kepada pihak lain yang berkepentingan. Di satu sisi, ada standar etis yang membuatnya harus memegang asas kerahasiaan, tapi pada momen tertentu, demi keselamatan dan perlindungan siswa, ia harus melaporkan permasalahan siswa kepada pihak lain.


Peran Guidance Officer Tidak Berdiri Sendiri


Rasanya, apa yang digambarkan Mr. Paul terkait perannya sebagai Guidance officer di Milpera tak banyak berbeda dengan yang sudah dijalani oleh para guru BK di Indonesia. Satu yang spesial disini adalah peran Guidance officer tidak berdiri sendiri. Sebagai bagian dari pelayanan siswa, ia juga mendapat dukungan dari home school Liaison (penghubung sekolah dan rumah), koordinator pendukung siswa, dan Terapis Bicara.


Sekolah ini juga memiliki sebuah fasilitas istimewa, yakni HEAL (Home of Expressive Arts & Learning). Tempat dimana para siswa dapat melakukan terapi dengan seni untuk membantu menghadapi permasalahannya.

 
Ms. Janelle, yang berperan sebagai home school Liaison, adalah guru di Milperra yang juga bertugas melakukan kunjungan ke rumah dan komunitas siswa. Dengan menggunakan pendekatan kolaboratif, Ms. Janelle menjembatani permasalahan siswa yang terkait dengan keluarga dan dinas sosial (agency welfare).

 
Jika diperlukan, ia juga akan berhubungan dengan komunitas belajar profesional. Misalnya, pada siswa yang kehadirannya rendah, memiliki masalah penggunaan obat dan alkohol, kesulitan finansial, dan konflik dengan keluarga. Ms. Janelle sudah lebih dari 15 tahun menjalani peran ini.


Program Kegiatan Keterampilan hidup

Satu staf lagi yang berbagi cerita adalah Ms. Stephanie, youth support coordinator. Perempuan muda ini bertugas untuk merancang kegiatan yang dapat mendukung siswa untuk mampu menyesuaikan diri serta memiliki aneka skill yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya Learning to Ride! dan Karibu Girls.


Learning to Ride! adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap term, yang mengajarkan tentang bagaimana mengendarai sepeda dengan aman di jalan raya Australia. Program ini mengajarkan siswa tentang rambu-rambu dan undang-undang berlalu lintas, juga memraktekkan dan mengasah keterampilan bersepeda. Di akhir kegiatan, sepeda yang digunakan menjadi hadiah untuk siswa, lengkap dengan helm dan kuncinya. Program ini terselenggara atas dukungan banyak pihak, termasuk para sponsor.


Karibu Girls adalah pertemuan yang dilaksanakan setiap hari Selasa yang memberikan ruang kepada para siswi untuk membangun pertemanan antar perempuan di Bridgidine College. Selain membangun kesadaran budaya, kelompok ini juga mempelajari skill penting seperti manajemen stress, harga diri positif, menjaga hubungan yang sehat, bekerja sama, dan gaya hidup yang sehat dan aktif. Dengan siswi yang berasal dari beragam etnis, program ini tentunya sangat menarik dan memperkaya kesadaran perempuan di sekolah ini.

 
Keren-keren kan ya program tim layanan pendukung di Milpera ini.? Kolaborasi antar staf yang telah memiliki deskripsi tugas yang jelas juga sangat solid. Satu lagi yang keren dari sekolah ini adalah fasilitas HEAL nya. Home of Expressive Arts and Learning. Beberapa ruangan yang disulap menjadi ruang terapi dengan pendekatan seni. Disediakan bagi siswa untuk membantu mengatasi tekanan emosional maupun traumatik. Baik ketika berada di negara asalnya, maupun saat harus memulai kehidupan baru di Australia.

Komentar

Loading...