Kenapa Diposisikan sebagai Pemadam Kebakaran? Ini Fakta tentang Guru BK

Kenapa Diposisikan sebagai Pemadam Kebakaran? Ini Fakta tentang Guru BK
Ilustrasi (Kompasiana.com)

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dulu disebut guru Bimbingan dan Penyuluhan (Bimpen). Perannya sering dipandang sebelah mata, sehingga banyak sekolah tidak memiliki guru ini. Tidak jarang pula, tugasnya dirangkap oleh guru lain.

Sebenarnya, bagaimana posisi guru BK? Berikut fakta tentang guru BK dilansir dari hipwee.com.

  1. BK adalah Singkatan dari Bimbingan dan Konseling

20191129-bk-gambar-1

BK adalah singkatan dari bimbingan dan konseling. Berangkat dari sana, kita bisa tahu bahwa makna bimbingan adalah pemberian bantuan kepada siswa dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa sehingga siswa bisa aktualisasi diri. Bimbingan juga bersifat preventif atau pencegahan. 

Sedangkan konseling merupakan proses pemberian bantuan dari konselor ataupun Guru BK kepada konseli atau siswa dengan tujuan mengentaskan siswa dari permasalahan yang sedang dihadapi. Konseling ini harus dilakukan oleh ahli. Selain itu konseling juga bersifat kuratif atau penyembuhan. Berdasarkan pengertian ini seharusnya tugas Guru BK lumayan berat ya dan tidak main-main.

Karena berhubungan dengan potensi dan permasalahan siswa. Merujuk pada pengertian tersebut seharusnya pandangan negatif pada Guru BK bisa dihilangkan karena Guru BK tidak hanya mengurusi siswa yang bermasalah saja melainkan juga bertugas dalam mengembangkan potensi siswa sehingga gelar polisi sekolah tidak harus disematkan pada Guru BK.

2. Beban Kerja Guru BK 150-160 Peserta Didik Ekuivalen 24 Jam Pembelajaran

20191129-bk-gambar-2 

Berdasarkan Permendikbud 111 Tahun 2014 seorang Guru BK memiliki beban kerja sebanyak 150-160 peserta didik dengan jam mengajar selama 24 jam pembelajaran. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya, bahwa seorang Guru BK harus melayani 150 siswa. Guru BK harus melakukan perencanaan untuk memberikan layanan sampai melakukan evaluasi layanan yang ia berikan pada siswa.

3. Guru BK itu Sosok Guru yang Harus Kuat dan Mandiri

20191129-bk-gambar-3

Guru BK harus jadi sosok yang kuat dan mandiri. Bagaimana tidak, dalam pemberian layanannya saja ia sudah dituntut untuk mengerjakannya secara mandiri. Mulai dari melakukan asesmen kebutuhan siswa, menyusun program tahunan BK, menyusun rencana pelaksanaan layanan BK, sampai dengan melakukan evaluasi layanan BK.

Selain itu Guru BK dituntut untuk memberikan layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konseling Individu, kunjungan rumah, membuat media BK, dan sebagainya. Dari proses tersebut menjadikan Guru BK sosok yang mandiri dan kuat.

4. Guru BK Dituntut Untuk Peka

20191129-bk-gambar-4 

Seorang Guru BK dituntut untuk peka. Apalagi saat melakukan asesmen kebutuhan siswa. Untuk mengetahui apa yang saat ini tengah dibutuhkan siswa, sifat peka ini sangat diperlukan. Agar kelak saat menyusun program kerja BK sesuai dengan kebutuhan siswa.

5. Guru BK Harus Bisa Jaga Rahasia

20191129-bk-gambar-5

Jadi Guru BK itu tak ubahnya recycle bin. Saat siswa sudah merasa percaya dan nyaman untuk bercerita dengan Guru BK, maka ia harus mampu untuk menjaga rahasia. Dalam pemberian layanan konseling, ada asas kerahasiaan yang harus dipegang oleh Guru BK.

Sehingga Guru BK benar-benar dituntut untuk menjaga semua pembicaraan yang ia lakukan dengan siswa saat proses konseling berlangsung. Jadi, jangan seperti ember bocor yang menumpahkan airnya kemana-mana ya.[]

Baca sumber asli di sini

Komentar

Loading...