MGBK SMA Kab. Ponorogo

Media Bimbingan Klasikal Berbasis Google Sites Dan Google Docs

Media Bimbingan Klasikal Berbasis Google Sites Dan Google Docs
PONOROGO

Semangat kerjasama dalam wadah MGBK SMA Kabupaten Ponorogo menjawab tantangan tersebut, dengan melakukan kolaborasi bersama guru-guru BK SMA Kabupaten Ponorogo melakukan digitalisasi pada layanan bimbingan klasikal.

PONOROGO - Saat ini total populasi Indonsia sebanyak 264 juta jiwa, sekitar 64,8 % dari total populasi tersebut sudah terhubung internet  yaitu sekitar 171,17 juta jiwa penduduk Indonesia (diambil dari data kompas yang berasal dari Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII)). Mayoritas pengguna internet tesebut  merupakan  masyarakat dengan rentang usia 15 hingga 19 tahun,  rentang usia tersebut dapat dikategorikan sebagai pengguna internet remaja.

Berbagai hal positif akan dengan mudah didapatkan oleh remaja terutama tidak terbatasnya sumber informasi di internet. Sumber  informasi tersebut dapat menjadi hal positif maupun dapat menjadi hal negatif. Disinilah peran sebagai guru BK sangat dibutuhkan. Bukan hanya mengarahkan anak untuk mengakses internet positif namun juga kita ditantang untuk menyediakan konten positif bagi mereka.

Fenomena  banyaknya pengguna internet remaja menjadikan data faktual bahwa peserta didik zaman sekarang sudah melek information technology (IT). Jika Peserta didiknya sudah melek IT berarti guru mesti sudah bebas dari Tidak Bisa Komputer (TBC).  Saat ini keterampilan abad 21 tidak hanya wajib dimiliki oleh peserta didik, namun juga wajib dimiliki oleh guru BK.

Guru BK yang dirasa sukses memfasilitasi  peserta didik di abad 21 ini adalah guru BK yang mampu memberikan layanan kreatif dan inovatif. Pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik baik secara konten maupun media. Selain itu guru BK juga harus mampu berfikir kritis membaca situasi kondisi peserta didik di sekolah, apa yang terjadi dengan mereka, apa yang mereka butuhkan sehingga guru BK mampu dengan segera memberikan treatement penyelesaian masalah dengan tepat dan proporsional. Selain itu guru BK harus mampu berkomunikasi dengan peserta didik dengan berbagai cara.

Komunikasi degan peserta didik dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang terus berkembang. Tidak hanya dengan berbicara face to face, namun bisa memanfaatkan media sosial seperti Whats Apps (WA), FaceBook (FB), Instagram (IG) dan lain-lain.

Keberhasilan guru BK pada zaman ini adalah kemampuan  berkolaborasi dengan siapapun dalam rangka memberikan pelayanan BK untuk peserta didiknya,  sekaligus saat guru BK akan meningkatkan kompetensinya dalam rangka meningkatkan profesionalitas dirinya.

Keterampilan Abad 21  yaitu creativity, critical thinking, communication, colaboration.  Empat keterampilan tersebut yang mendasari bergeloranya semangat guru BK di Ponorogo untuk terus meningkatkan kompetensi melalui kegiatan komunitas (MGBK). Mengawali pertemuan di tahun pelajaran 2019/2020, dirasa penting untuk mengembangkan strategi pelayanan klasikal di kelas.    

Layanan bimbingan klasikal, merupakan layanan BK untuk seluruh peserta didik.  Layanan bimbingan klasikal memungkinkan guru BK bertatap muka secara langsung dengan peserta didik terjadwal dan terstruktur dalam kurikulum sekolah. Melalui layanan ini pelayanan dasar berupa pemberian informasi dan bimbingan untuk melakukan pencegahan dapat dilaksanakan dengan optimal.

Jika waktu 1 jam setiap pekan sangat mungkin dirasa kurang, jika melihat urgensi dan kondisi permasalahan peserta didik saat ini. Saat ini juga terjadi di beberapa sekolah tempat guru BK bertugas tidak diberikan waktu masuk kelas terjadwal dalam struktur kurikulum.

Keterbatasan dimana guru BK harus pro aktif dan beraksi dimulai dengan bagaimana memberikan layanan BK berupa informasi dan bimbingan dapat terlaksana, atas kebutuhan dan pentingnya hal ini mendorong guru BK untuk berfikir kritis, kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan terhadap peserta didik, terutama yang terkait dengan bimbingan klasikal dengan digitalisasi layanan.

Layanan ini tidak saja mengarahkan peserta didik mengakses hal-hal yang positif namun juga menyediakan konten yang positif sekaligus interaktif untuk peserta didik. Sehingga bimbingan klasikal tidak hanya berlangsung di kelas, namun apa yang menjadi topik/materi bimbingan klasikal dapat diakses oleh siswa selama 24 jam dimanapun ia berada dengan akses internet.

 

MGBK SMA Kabupaten Ponorogo menggandeng Lembaga Pengembangan Diri Kampoeng Edukasi (www.kampoengedukasi.com) untuk mengadakan pelatihan Penyusunan Media Bimbingan Klasikal berbasis Google Sites dan Google Docs. Pelatihan yang berlangsung mulai Selasa, 6 s/d 13 September 2019 dengan pola tatap muka dan daring selama 45 jam pelajaran. Setiap peserta mendapat pendampingan penuh selama kegiatan berlangsung, dengan target capaian semua peserta mampu menyusun dan membuat konten di google sites dengan baik.

 

Dalam pelatihan ini setiap guru BK mempunyai satu google sites untuk 1 materi, dengan link google sites tersebut, peserta didik dapat mempelajari konten materi kapanpun dan dimanapun jika terhubung dengan jaringan internet. Peserta didik juga dapat menikmati animasi, gambar, video yang disematkan oleh guru BK. Baik video maupun gambar merupakan bagian dari materi yang mendukung konten pada thema atau topik yang dikembangkan sehingga menarik dan mudah difahami oleh peserta didik. Dalam google site tersebut juga memungkinkan peserta didik untuk mengisi instrument ataupun asesmen yang disediakan oleh guru BK, baik itu berupa angket, instrument evaluasi sikap atau perasaan, maupun instrument non testing seperti percaya diri, gaya belajar dan lain-lain.

Contoh materi digitalisasi dapat dilihat di sini

Komentar

Loading...