Inspiratif

Reportoar Guru BK dalam Puzzle Hati Konselor

Reportoar Guru BK dalam Puzzle Hati Konselor
Untitled

Pengalaman menjadi Guru BK ditulisnya dalam sebuah reportoar, Puzzel hati konselor mengupas tuntas cara Guru BK dalam membantu siswa menyelesaikan permasalahan yang dialami.

Tidak sedikit siswa yang mempunyai potensi dan bakat yang luar biasa, akan tetapi berbagai masalah menyertai potensi tersebut.Pujian dan Apresiasi dari seorang konselor merupakan Vitamin yang akan melejitkan potensi Siswa.


Pengalaman pertama menjadi Guru BK untuk Erni Marlina, M.Pd membuatnya merasa kaku, terdiam melihat fenomena yang terjadi, merasa kurang didukung dalam menjalankan pekerjaannya dan merasa tertantang dengan kondisi yang ada.


Merasa pengetahuannya dangkal maka ia melanjutkan pendidikan masternya di Universitas Negeri Makassar. Erni memiliki keyakinan penerapan ilmu konseling bukan hanya untuk siswa, tapi juga untuk semua kalangan yang mebutuhkan. selain bertugas di  di SMK Negeri 7 Makassar ia juga seorang konselor self control.

Erni Marlina, M.Pd Guru BK di SMK Negeri 7 Makassar

Selain itu Guru BK dapat memandirikan siswa dalam pengambilan keputusan agar keluar dari masalah yang dihadapi. Puzzle hati ini banyak manfaat yang dapat guru BK dapatkan setelah membaca buku ini karena berisikan kisah dan kasus yang dialami siswa, beserta tehnik atau pendekatan konseling untuk membantu siswa.


Penguatan Dalam Konseling


Penanganan kasus percaya diri pada siswa, kondisi anak: malas ke sekolah. Diagnosa: di tolak di kelas (sosiometri, keluarga kurang harmonis, kurang mampu. Treatmen: setiap kali bertemu selalu di menayakan kabar, memberi pujian (hebat,pintar, pasti bisa)/ memberikan penguatan.


Penanganan siswa tidak mampu mengemukakan pendapat di kelas. Kondisi anak: pintar, nilai mata pelajaran tinggi. Diagnosis : Waktu kecil selalu bergabung ketika ada tamu, namun setelah pulang dia di marahi, dipukul dan dikunci dikamar (ketakutan/trauma). Treatmen: konslutasi dengan orang tua dan bersepakat untuk memberi penguatan. Orang tua selalu meminta pendapat, memberi hadiah. Guru BK: memberi pujian baik verbal maupun non verbal.


Penangan siswa selalu bolos pada jam pelajaran tertentu. Kondisi anak: siswa favorit. Diagnosis : sering tidak masuk belajar, merasa di permalukan oleh guru mapel dengan mencela sepatu dan pekerjaan ortu, tidak nyaman dengan celaan tersebut. Treatmen: Wali kelas sudah memberi peringatan, kolaborasi dengan wali kelas memberi   penguatan. Setiap kali dia bisa menaklukkan egonya, maka di beri penghargaan (pujian/materi).


Menggunakan Teknik Kursi Kosong

 
Penanganan siswa tidak bisa menolak permintaan oarang tua. Kondisi siswa : aktif, ramah, cerdas, berprestasi. Diagnosis: tidak bergairah, tidak mengumpulkan tugas, takut menolak permintaan ortu (dijodohkan). Treatmen : berlatih teknik kursi kosong.

 
Penanganan siswa tidak tegas menolak ajakan teman. Kondisi siswa : rapi, maco, idaman. Diagnosis : jam istirahat pulang dan tidak kembali belajar, diancam teman (membeli rokok), merasa lemah, takut melapor. Treatmen : latihan teknik kursi kosong dan kolaborasi dengan orang tua dan saudaranya.


Disentisasi Sistematis


Penanganan siswa dengan kecemasan menghadapi ujian nasional berbasis komputer. Kondisi siswa: tidak terbiasa pegang mouse. Diagnosis: cemas dan takut.  Treatmen: relaksasi , memutarkan musik, memberikan kalimat-kalimat positif dan kolaborasi dengan orang tua, guru, wali kelas.


Penanganan siswa menikah sebelum ujian nasional. Kondisi siswa : dinikahkan sebelum ujian nasional. Diagnosis: putus asa karena pihak sekolah ingin mengeluarkan. Treatemen: konslutasi ke kepala sekolah bahwa anak ini harus diselamatkan dengan alasan kemanusiaan.


Penanganan siswa dengan Fobia ketinggian. Kondisi siswa: anak selalu diantar ke sekolah oleh orang tua, kelas siswa di lantai 2. Diagnosis: perasaan anak selalu mau jatuh ketika naik tangga, kalau melihat kebawah serasa perut kosong. Treatmen: desentisasi sistematis

 
Teknik Problem Free Talk

 
Penanganan siswa dengan Broken Home. Kondisi siswa : orang tua pisah, anak tinggal sama ibu, anak sering dititip. Diagnosis : Tempramen, mudah emosi (melempar barang-barang). Merasa kurang diperhatikan. Treatmen : kerjasama orang tua, orang tua menyishkan waktu bersama anak, anak mengungkapkan keinginan ke orang tua.

Pengalaman ini juga ditulisnya dalam sebuah reportoar berupa  Puzzel hati konselor ini mengupas tuntas cara konselor/Guru BK dalam membantu siswa menyelesaikan permasalahan yang dialami. 

Komentar

Loading...