Pendekatan Konseling

Trait and Factor Counseling Salah Satu Strategi Konseling dalam Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual

<i>Trait and Factor Counseling</i> Salah Satu Strategi Konseling dalam Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
EG wiliamson

Trait and factor counseling dapat dideskripsikan dengan mengatakan corak konseling yang menekankan pemahaman individu melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program studi/atau bidang pekerjaan. Pelopor pengembangan corak konseling ini yang paling terkenal ialah E.G.Williamson.

Corak konseling ini juga dikenal dengan directive counseling atau Counseling-Centered Counseling, karena konselor secara sadar mengadakan strukturalisasi dalam proses konseling dan berusaha mempengaruhi arah perkembangan konseli demi kebaikan konseling sendiri

Kajian konseling ini juga diperkuat oleh Jhon Holland telah meneliti kepribadian individu yang memiliki kesesuaian dengan pekerjaannya ternyata mereka dapat memaksimalkan prestasi dan kepuasan kerja. Ada keterkaitan antara kepribadian dan pekerjaan. Ada enam Tipe kepribadian murni, yang jarang terjadi jika sama sekali dalam bentuk murni. Keenam tipe “murni” tersebut adalah:

1.     Realistic (Realistis)

2.     Investigative (Investigasi)

3.     Artistic (Artistik)

4.     Social people (Sosial)

5.     Enterprising (Giat)

6.     Conventional (Konvensional)

Individu harus memilih lingkungan kejuruan/pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian mereka untuk memaksimalkan kepuasan kerja dan prestasi. Lingkungan ini dijelaskan dalam bagian berikut:

1.     Lingkungan realistis

2.     Lingkungan investigasi

3.     Lingkungan seni

4.     Lingkungan sosial

5.     Lingkungan enterprising

6.     Lingkungan konvensional

Konsep dasar dari teori trait and factor adalah mengenai sebuah kepribadian yang mana Kepribadian adalah merupakan suatu sistem sifat atau faktor yang saling berkaitan satu dengan lainya seperti kecakapan, minat, sikap, dan temperamen.

Konseling trait and factor bertujuan: (1) membantu individu mencapai perkembangan kesempurnaan berbagai aspek kehidupan manusia; (2) membantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami dan mengelola diri dengan cara membantunya menilai kekuatan dan kelemahan diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hidup dan karir; (3) membantu individu untuk memperbaiki kekurangan, tidakmampuan, dan keterbatasan diri serta membantu pertumbuhan dan integrasi kepribadian; dan (4) mengubah sifat-sifat subyektif dan kesalahan dalam penilaian diri dengan mengggunakan metode ilmiah

Proses konseling itu berlangsung dilandasi oleh asumsi dasar tentang pola hubungan antara konselor dengan klien dan bagaimana keterlibatan serta peran meeka didalamnya

Menurut  pendapat Sukardi (2008: 181) dalam pelaksanaan konseling trait and factor terdapat enam langkah yang harus ditempuh yaitu:

1.   Analisis

Analisis adalah langkah untuk memahami kehidupan individu, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber. Kegiatan pengumpulan data dimaksud adalah berkenaan dengan bakat, minat, motif-motif, kehidupan emosional dan karakteristik yang dapat menghambat atau mendukung penyesuaian diri individu. Alat yang bisa dipakai untuk mengumpulkan data yaitu: kartu pribadi, nilai rapor, pedoman wawancara, dll. Sedangkan sumber data yang bisa dipakai dalam mengumpulkan data yaitu siswa yang bersangkutan, teman guru, orang tua, dll.

2.   Sintesis

Sintesis adalah langkah mengumpulkan dan merangkum data. Rangkuman data dibuat berdasarkan data yang diperoleh dalam analisis.

3.   Diagnosis

Diagnosis adalah langkah menemukan masalahnya atau mengidentifikasi masalah. Langkah ini meliputi proses interpretaasi data dalam kaitannya dengan gejala masalah, kekuatan, dan kelemahan siswa. Proses penafsiran data berkaitan dengan penentuan penyebab masalah yang paling mendekati kebenaran dan rasional.

4.   Prognosis

Prognosis yaitu langkah meramalkan akibat yang mungkin timbul dari masalah itu dan menunjukkan perbuatan yang dapat dipilih. Dengan kata lain prognosis adalah suatu langkah mengenai alternatif bantuan yang dapat diberikan kepada siswa sesuai dengan masalah yang dihadapi sebagaimana ditemukan dalam diagnosi.

5.   Konseling atau treatment

Langkah ini merupakan pemeliharaan yang berupa inti pelaksanaan konseling yang meliputi berbagai bentuk usaha atau teknik. Yaitu :

a)       Pembentukan rapport.

b)       Membantu klien meningkatkan pemahaman diri, memerima dan memperlakukan klien sebagaimana adanya.

c)       Memberikan advice atau merencanakan program apa yang akan dilakukan.

d)       Melaksanakan rencana

e)       Mereveral atau merujuk ke ahli lain.

6.   Tindak lanjut atau follow up

Langkah follow up atau tindak lanjut merupakan suatu langkah penentuan efektif tidaknya suatu usaha konseling yang telah dilaksanakan. [ ana susanti ]

Komentar

Loading...